Selasa, 19 Mei 2009

Adzab Tukang bo'ong (Shyerem)

Jangan Pernah Bohong Sama Ortu makanya, tar bisa jadi kaya gene neh . . .

Usai pesta dan bersantai bersama 17 temannya di sebuah vila di Songgoriti dan Wisata Payung, Kota Batu, sembilan mahasiswa dari Unisma, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Unmer Malang, dan Universitas Brawijaya (UB), tewas dalam kecelakaan tragis (padahal bilangnya mw seminar). Peristiwa yang merenggut nyawa sembilan mahasiswa itu terjadi di Jl Raya Panglima Sudirman, Kota Batu. Sembilan mahasiswa yang jadi korban itu masing-masing lima berjenis kelamin perempuan dan empat laki-laki. Para korban meninggal seketika di TKP (tempat kejadian perkara). Peristiwa tragis itu terjadi setelah mobil Mobil Daihatsu Taruna F500 RVT Nopol DK 1070 XB yang mereka tumpangi selip dan menghantam pohon angsana di pinggir jalan.

Benturan keras membuat bagian depan mobil rusak berat hingga tak berbentuk.

Sedang para korban rata-rata menderita luka parah di bagian kepala dan luka patah tulang. Kesembilan korban itu adalah Anang Kasin, 30, warga Jl Kapten Japa Nomor 75,Denpasar;

Rois Sudin, 25, Lumajang, Dusun Sumbersari, Padang, Lumajang;
Maretha Medani Chryza, 25, Jl Tirto Utomo, Landungsari, Kabupaten Malang;

Firdaus Sastra, 25, Lobuk, Bluto, Sumenep;Imron Rosadi, 20, Gedang Mas, Randuagung, Lumajang;
Ririn Erniati, 22, Pecalukan, Progen, Pasuruan; Dwi Rani Rosmaya, 25, Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang; Nia Ifada, 23, warga Sidoarjo; dan Meutia Sony Agustin, Bangilan, Purworejo, Pasuruan.

(Ich . . . Tinggal Kakinya Doank !!!)

Kejadian nahas itu menimpa korban tidak lama setelah mereka meninggalkan wisata kuliner payung sepulang dari vila Songgoriti. Saat akan pulang ke Kota Malang, mobil yang dikemudikan Anang Kasin oleng ke kiri membentur trotoar dan menambrak pohon di Jl Raya Panglima Sudirman, Batu, sekitar 500 meter sebelah timur Balai Kota Batu. Meski mobil mengalami kerusakan parah namun pohon angsana di pinggir jalan itu tidak tumbang. Pohon di tengah trotoar jalan itu hanya mengelupas kulitnya. Benturan keras dini hari itu mengagetkan warga sekitar. Mendengar ada benturan keras, warga berbondong-bondong keluar rumah memberikan pertolongan dan melaporkan kepada petugas kepolisian. Tidak berselang lama, petugas Satlantas Polres Batu tiba di lokasi melakukan evakuasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara). Seluruh korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Tuh Kan ini neh buktinya kalo Lw lw pd ngebo'ong ma Bonyok, bisa jadi bonyok-bonyok kaya gambar diatas. Dirumah Ortu nungguin lw yang g pulang2 padahal lw dah pada pulang ke Rahmatullah duluan, ortu bisa nyari-nyari terus . . .

Gimana coba PERASAAN bonyok lw pada, pas tw anaknya ketemu dah dalam keadaan seperti diatas . . .

0 komentar: